Kendari, Bimas Islam --- Sub Koordinator Penyuluh Agama Islam dan Sistem Informasi Kanwil Kemenag Sulawesi Tenggara (Sultra), Munawar mengaku bersyukur atas capaian dua Penyuluh Agama Islam asal Sultra yang berlaga pada Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional Tahun 2021.
Meski demikian, Munawar menyatakan akan memberikan bimbingan secara intensif dalam rangka menggapai hasil yang lebih optimal pada perhelatan Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional tahun 2022 mendatang.
"Masuk ke 10 besar di 2021 ini sudah sangat luar biasa. Penyuluh kami yang ikut kompetisi baru menjadi Penyuluh pada 2019," ungkap Munawar di Kendari melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Jumat (3/12/21).
"Kita akan siapkan bimbingan dan pendampingan khusus untuk 2022. Bimbingan secara intensif agar Penyuluh lebih inovatif dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan di masyarakat," tambahnya.
Terkait kegiatan Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan Tahun 2021, Munawar menyampaikan apresiasi. Pihaknya amat berkesan dengan desain kegiatan yang melibatkan Penyuluh lintas agama.
"Sangat berkesan. Konsepnya bagus. Semoga di tahun yang akan datang ada dialog Penyuluh lintas agama di tingkat nasional," tambahnya.
Sebagai informasi, Kanwil Kemenag Provinsi Sultra mengirimkan dua peserta dalam Pemilihan Penyuluh Agama Islam Teladan Tingkat Nasional Tahun 2021.
"Kategori PNS atas nama Nurhidayat mendapatkan peringkat 10 nasional dan kategori non-PNS atas nama Taufik Nur mendapatkan peringkat 12 nasional," pungkasnya.
(Pirman).
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Gemah Asri KUA Gedebage, Dirjen Bimas Islam Ajak Berubah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik…



