Cilacap, Bimas Islam -- Kasi Bimas Islam Kankemenag Cilacap, Toha mengungkapkan, peran penyuluh agama dalam menjaga dan merawat kerukunan antarumat beragama sangat penting. Menurutnya, tanpa peran penyuluh agama, sangat sulit menciptakan ekosistem kehidupan umat beragama yang rukun.
Toha menjelaskan, penyuluh agama di Cilacap yang menjadi garda terdepan Kemenag terus memberikan edukasi dan sosialisasi terkait pentingnya merawat keberagaman. Kata dia, penyuluh agama mudah bergaul dan diterima masyarakat apa pun latar belakangnya.
"Penyuluh agama ini bisa masuk ke kalangan atas, bisa juga ke kalangan menengah ke bawah. Uniknya, semua kalangan ini menerima penyuluh agama. Karena itu, penyuluh agama punya peran vital dalam menjaga kerukunan," ujar Toha di Cilacap, Selasa (27/12).
Toha mengatakan, meski penyuluh agama mudah diterima semua elemen masyarakat, tetapi mereka tetap harus memiliki persiapan. Karena itu, lanjut Toha, Kankemenag Cilacap menginisasi program Angkringan Moderasi Beragama dan Majelis Taklim Moderasi Beragama.
"Inilah kuncinya. Kami punya program yang jelas, lalu penyuluh agama yang menyambungkannya ke masyarakat. Dengan adanya persiapan dan program yang jelas, penyuluh agama mudah dalam menyampaikan, sementara masyarakat mudah memahami," jelasnya.
Sejauh ini, Toha mengungkapkan, kerukunan di wilayah Cilacap tergolong baik. Dia berharap, kerukunan antarumat beragama bisa terjaga pada tahun-tahun yang akan datang.
"Sekarang ini bukan lagi mengarusutamakan moderasi beragama, tetapi sudah memperkuat moderasi beragama. Insyaallah masyarakat di Cilacap sudah paham konsep moderasi beragama, yaitu saling menghargai masing-masing keyakinan dan pendapat orang," katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



