Pontianak, Bimas Islam -- Kota Pontianak menjadi salah satu rumah yang ramah bagi keberagaman. Di Kota Khatulistiwa ini, masyarakat dari berbagai suku, agama, ras, dan antargolongan yang datang dari setiap penjuru Indonesia hidup berbaur.
Kasi Bimas Islam Kankemenag Kota Pontianak, Muslimin mengatakan, menjaga kerukunan di tengah masyarakat heterogen tidaklah mudah. Terlebih, kata dia, Kota Pontianak merupakan salah satu wilayah dengan potensi konflik yang tinggi.
"Masyarakat di Kota Pontianak ini beragam, bukan hanya berasal dari Kalimantan Barat saja, tetapi dari berbagai wilayah di Indonesia. Alhamdulillah selama beberapa tahun ini hidup rukun," ujar Muslimin saat ditemui di ruangan kerjanya di Pontianak, Senin (28/11).
Muslimin menjelaskan, salah satu kunci utama menjaga kerukunan umat beragama di Kota Pontianak adalah memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas sektor. Menurut Muslimin, koordinasi dan komunikasi menjadi kekuatan mencegah sebelum terjadinya konflik.
"Koordinasi dan komunikasi lintas sektor di Kota Pontianak ini kuat. Bapak Walikota selalu mengingatkan untuk tidak abai terhadap hal-hal sekecil apa pun dari aduan masyarakat soal potensi konflik. Sekecil apa pun aduannya harus diverifikasi apakah betul atau tidak. Kalau betul maka kami secepatnya lakukan koordinasi," kata pria yang mulai meniti karir pada 2003 ini.
Muslimin mengatakan, penguatan kerukunan umat beragama menjadi salah satu fokus kerja Pemkot Pontianak, Kankemenag, dan FKUB. Salah satu aksi nyata, kata dia, adalah kejadian di Ampera yang nyaris menjadi konflik apabila telat ditangani.
"Saat itu ada salah satu tempat ibadah yang tak lengkap perizinannya, masyarakat sudah mulai terprovokasi. Alhamdulillah kami bergerak cepat melakukan mediasi, akhirnya damailah, ketemu jalan tengah. Kami sangat menghindari kejadian seperti ini terulang," tandasnya.
Dia berharap, kerukunan umat beragama di Kota Pontianak terus terjalin kuat. "Kami terus berusaha menjaga kerukunan umat beragama ini selalu kokoh. Kami berharap kerukunan ini terus terjadi sampai kapan pun," harapnya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



