Sleman, Bimas Islam -- Kasubdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA (Kasubdit MSI), Jajang Ridwan menyampaikan, keberlangsungan ISO SIMKAH sangat bergantung pada kompetensi operator.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Workshop SIMKAH Generasi 4 di Sleman Yogyakarta, Kamis (20/7/2023).
“Keberlangsungan ISO ke depan tergantung bagaimana kita menjaga, meningkatkan kualitas, dan keamanan data,” ujarnya.
Menurut Jajang, pemerintah Indonesia acapkali digemparkan oleh laporan kebocoran data, keberadaan data pada SIMKAH juga menjadi kekhawatiran tersendiri. "Data-data di SIMKAH bisa saja disalahgunakan oleh pihak tertentu, termasuk di masa pemilu yang akan datang," ungkapnya.
Karenanya, Jajang menyebut, maksud digelarnya kegiatan Workshop tersebut adalah untuk menegaskan agar data-data pada SIMKAH bisa dijaga bersama.
“Pada kegiatan kali ini, kita dikumpulkan untuk sama-sama mengingat kembali bahwa data ini harus dijaga. Jangan sampai kebocoran itu ada di Kementerian Agama,” ungkapnya.
Kegiatan Workshop SIMKAH Generasi 4 yang digelar selama tiga hari, Rabu hingga Jumat (20-22/7/2023) itu dibuka langsung Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Zainal Mustamin, dihadiri sejumlah operator SIMKAH Kantor Wilayah Kementerian Agama dan perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Ba/Mr



