Jakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Penyuluh Agama Islam (PAI) Kemenag Amirullah memaparkan empat indikator moderasi beragama, yakni berkomitmen bahwa Pancasila adalah ideologi Indonesia, bersikap toleransi atau menghargai satu sama lain, anti kekerasan, serta menghidupkan dan melestarikan budaya lokal. Hal itu ia jelaskan kepada Tim Bimas Islam, Senin (13/3/2023), di ruang kerjanya.
"Empat indikator moderasi beragama, yang pertama komitmen ideologi Pancasila. Kedua, toleransi. Ketiga, anti kekerasan. Terakhir, menghidupkan budaya lokal," jelas Amirullah.
Ia juga mendorong para Penyuluh Agama untuk membantu masyarakat untuk memahami pentingnya moderasi beragama dalam mencegah radikalisme.
"Para penyuluh dapat melakukan penguatan moderasi beragama ke masyarakat," terangnya.
Ia menjelaskan, saat ini Kemenag telah menjalankan program Kampung Moderasi Beragama. Menurutnya, program tersebut dapat berguna bagi generasi penerus bangsa untuk dapat mencintai negaranya, sehingga tercipta persatuan yang kokoh.
"Kampung Moderasi Beragama bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa yang akan datang," pungkasnya.
Msk/Mr



