Depok, Bimas Islam --- Penyuluh Agama Islam (PAI) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Cutra Sari menyusun metode belajar Al-Qur'an yang dinamai Bismillah. Menurut Cutra, metode Bismillah ini memiliki beberapa keunggulan.
"Metode Bismillah ini memiliki beberapa kelebihan. Pertama, dapat digunakan di segala usia mulai dari usia dini hingga usia lanjut. Kedua, metode ini bisa digunakan oleh mereka yang sama sekali belum bisa membaca Al-Qur’an. Ketiga, metode ini dapat digunakan dalam pembelajaran kelompok maupun individu (privat)," ungkap Cutra di Depok melalui pesan tertulis kepada bimasislam, Jum'at (21/5/21).
Cutra mengaku terinspirasi dengan metode drill dan labelling hingga menemukan metode Bismillah ini. Pengulangan, menurutnya, efektif untuk membentuk hafalan dan kebiasaan terutama dalam program menghafal Al-Qur'an.
"Ternyata, menurut informasi teman yang juga memiliki Rumah Tahfiz Al-Qur’an, metode Bismillah ini memiliki kemiripan dengan metode yang dikenalkan dan digunakan oleh para penghafal Al-Qur’an di Gaza, Palestina," tambahnya.
Metode Bismillah yang ditemukan Cutra tiga tahun lalu ini sudah dipraktikkan di berbagai majelis taklim dan tempat menghafal Al-Qur'an. Metode ini juga digunakan di 95 Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur'an PAUDQu Kota Depok.
"Respons masyarakat dan santri sangat baik. Di dua majelis taklim yang saya bina, rata-rata peserta mampu menghafal Al-Qur'an sekitar 4 halaman Surah Al-Baqarah dalam beberapa kali pembelajaran berikut arti dan mampu menuliskan ayat," terangnya.
Saat menemukan metode ini, Cutra menggunakan 3 anaknya yang berusia 8 dan 6 tahun sebagai laboratorium percobaan. Ketiga anaknya berhasil menghafal Juz 30 dan sebagian Juz 29 seperti Surah Al-Mulk, Surah Al-Haqqah, dan surah pilihan lainnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



