Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Tarmizi Tohor menilai untuk mengembangkan wakaf produktif perlu melibatkan milenial.
“Menurut saya, kalangan milenial perlu dilibatkan secara aktif ke dalam gerakan wakaf, khususnya gerakan wakaf produktif,” katanya saat ditemui tim pemberitaan bimasislam, Senin (27/09).
Direktur mengatakan, menurut hasil Sensus Penduduk 2020 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) komposisi masyarakat Indonesia sebanyak 27,94 persen diisi Generasi Z dan sebanyak 25,87 persen diisi Generasi Milenial dari total populasi Indonesia yang mencapai 270,20 juta orang.
“Artinya, saat ini usia penduduk Indonesia dominan diisi oleh Generasi Z dan Generasi Milenial. Jumlah ini semakin bertambah,” ujarnya.
Direktur menyatakan, upaya untuk melibatkan milenial terhadap gerakan wakaf produktif sudah dimulai. Salah satu contohnya adalah dengan adanya sejumlah upaya Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang menggagas beberapa forum. Seperti forum mahasiswa wakaf, pemuda peduli wakaf, dan forum-forum lainnya.
“Forum yang sudah ada bisa dikuatkan dengan melibatkan influencer milenial dan menggunakan materi yang menarik. Strategi seperti itu dijamin akan mudah mengajak milenial belajar wakaf produktif,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



