Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), M. Fuad Nasar mengingatkan pentingnya kesadaran etika dalam bermedia sosial. Fuad mengatakan, generasi muda muslim harus menjadi teladan anak bangsa yang bijak dan beradab dalam bermedia sosial.
“Bijak dan beradab dalam bermedia sosial haruslah timbul dari kesadaran beretika pada setiap diri sebagai manusia yang beragama dalam berkomunikasi dengan orang lain. Jika kesadaran beretika, apalagi yang bersumber dari penghayatan ajaran agama benar-benar kuat, niscaya akan sangat membantu kesadaran hukum masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik,” katanya kepada tim pemberitaan bimasislam, Senin (17/01).
Fuad menyatakan, media sosial merupakan alat yang bersifat netral. Media sosial bisa membawa kemaslahatan atau sebaliknya mendatangkan kegaduhan dan menyebarkan keburukan. Oleh karena itu, Fuad mengingatkan, pentingnya meningkatkan literasi media digital dan membangun adab/etika bermedia sosial.
“Mutu kepribadian manusia tercermin dari bahasa lisan dan tulisan serta perbuatannya. Jangan melakukan bullying, menghina, atau mengumbar aib orang lain melalui media sosial karena cara demikian tidak akan bisa memperbaiki malah memperlebar kerusakan yang sudah ada,” ujarnya.
Fuad menjelaskan, Islam mengajarkan dalam Al-Qur’an bahwa kebaikan dan keburukan tidaklah sama. Islam, lanjut Fuad, bahkan mengajarkan untuk menolak keburukan dengan cara yang baik, sehingga permusuhan berubah menjadi pertemanan.
"Hindari kata-kata atau ungkapan di media sosial yang mengandung kebencian dan permusuhan kepada siapa pun dan golongan mana pun, seagama maupun berbeda agama, sekubu dalam politik maupun berbeda kubu. Orang yang tidak sepaham dan berbeda pendapat bukanlah musuh yang boleh dihujat dan diserang melalui media sosial misalnya. Lawan pendapat adalah kawan dalam berpikir dan berdialog. Persaudaraan kemanusiaan harus dibangun mulai dari dunia nyata sampai dunia maya serta dijaga dari segala hal yang dapat merusaknya,” pungkasnya.
*Keterangan Foto: Album Kegiatan bersama Deputi Kemenko PMK, sebelum Pandemi Covid-19.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



