Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama dengan Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah menjajaki kerjasama program pengembangan pendidikan di Indonesia.
"Pengembangan wawasan kebangsaan bagi kaum millenial, dibutuhkan kolaborasi. Anak muda Muhammadiyah ke depan harus lebih progresif," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat menerima pengurus PP Pemuda Muhammadiyah di Kantor Kementerian Agama jalan Lapangan Banteng Barat nomor 3-4 Jakarta Pusat, Rabu (31/3/2021).
"Kita harus kolobaratif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa pada semua agama di Indonesia, khususnya terkait pengembangan Sumber Daya Manusia pada dunia pendidikan. Sasarannya adalah kaum milenial," tambah Gus Yaqut sapaan akrabnya.
Disampaikan Gus Yaqut, selain pengembangan dunia pendidikan, Kemenag-PP Pemuda Muhammadiyah juga bisa berkolaborasi mengkaji perkembangan hukum yang ada di Indonesia. Gus Yaqut menyebutnya sebagai rekontekstualisasi hukum. "Hukum itu elastis mengikuti perkembangan zaman," kata Gus Yaqut.
"Ulama dahulu seperti Walisongo sudah melakukan rekontekstualisasi terhadap sebagian produk hukum. Persoalan keummatan ini harus kolaboratif," sambungnya.
Gus Yaqut menegaskan, pihaknya terus membuka diri untuk bekerjasama dengan berbagai ormas, baik NU, Muhammadiyah, Persis, Al Washliyah, dan lainnya. Termasuk juga dengan organisasi ekstra kampus, seperti seperti IMM, HMI, PMII, dan lainnya.
Sebelumnya, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto menyampaikan terimakasih atas waktu silaturahim yang diberikan Gus Yaqut untuk menjejaki kerjasama kolaborasi membangun bangsa Indonesia yang lebih baik.
"Kita dari PP Pemuda Muhammadiyah masih concern terhadap pengembangan Dakwah kaum muda dan pengembangan ekonomi, Pak Menteri Agama," tutup Cak Nanto, sapaan akrabnya.
(kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



