Bukittinggi, Bimas Islam -- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama melalui Subdirektorat Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf menghelat monitoring dan evaluasi program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat di KUA Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Selasa (15/8/2023).
Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf, Wida Sukmawati mengapresiasi perkembangan usaha 10 penerima manfaat program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat di KUA Mandiangin Koto Selayan.
Wida mengatakan, hingga saat ini sebanyak 80 persen penerima manfaat program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat sukses mengembangkan usahanya setelah mengikuti pendampingan.
“Saat ini, 80 persen penerima manfaat program terus mengalami perkembangan usaha sejak mengikuti pendampingan dari LAZ Al-Azhar,” paparnya.
Wida berharap, program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat mampu menjadi solusi penguatan ekonomi di tengah masyarakat.
“Program ini mesti hadir sebagai solusi untuk menguatkan ekonomi masyarakat. Untuk itu, ke depan, penerima manfaat program harus bertambah,” pintanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Eri Iswandi juga menambahkan, terdapat sejumlah kendala yang dialami oleh penerima manfaat program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat yang mesti menjadi perhatian pemerintah.
“Salah satunya, ketika keluarga penerima manfaat program sedang sakit, maka dagangannya juga akan terkendala,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala KUA Mandiangin Koto Selayan, Syarifuddin menyebut, terpilihnya KUA Mandiangin Koto Selayan sebagai KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat sudah tepat. Menurutnya, program tersebut telah berjalan dengan baik.
“KUA Mandiangin Koto Selayan telah berusaha memaksimalkan program ini. Sebab, kami memahami bahwa kunci keberhasilan suatu program sangat bergantung pada kolaborasi, komitmen, dan konsistensi,” pungkasnya.
Ba/Wcp
*Foto Dokumen Subdirektorat Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf
*Foto Dokumen Subdirektorat Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf



