Bandung, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menegaskan, agama merupakan sarana pemersatu umat manusia. Agama, kata dia, merupakan wasilah untuk membentuk ekosistem yang sejuk dan damai.
"Agama hadir menjadi instrumen, sarana yang menyatukan kita semua untuk menciptakan stabilitas sosial politik," ujar Kamaruddin saat membuka Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan di Hotel Mercure Bandung City Centre, Rabu (30/11).
Menurut Kamaruddin, sebagai sarana pemersatu umat manusia, maka setiap pemeluk agama harus berlomba mengaktualisasikan nilai-nilai agama menjadi instrumen positif. Dengan begitu, kata dia, kerukunan umat beragama di Indonesia akan semakin kokoh.
"Sangat naif sekali apabila agama dijadikan sebagai alat distabilitas sosial dan politik di tengah keragaman masyarakat Indonesia. Sekali lagi saya tegaskan bahwa agama harus hadir menjadi wasilah untuk menyatukan," tegasnya.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menambahkan, agama harus dikapitalisasi untuk membentuk kemaslahatan yang dirasakan semua masyarakat. Agama, kata dia, harus hadir berkontribusi menghadirkan kemaslahatan.
"Ini yang harus sama-sama kita perjuangkan dan terus kita arus utamakan sehingga masyarakat memahami bahwa esensi agama adalah menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia," tandasnya dalam acara yang digelar Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag ini.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



