Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), Tarmizi Tohor mengajak Forum Zakat (FOZ) bersinergi dengan Penyuluh Agama Islam (PAI) untuk mendata anak yatim imbas Covid-19. Pasalnya sampai saat ini data anak Indonesia yang menjadi yatim piatu, yatim atau piatu belum ada angka pasti, masih sekitar 11.045 sampai 50.000 anak yatim.
“175 Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) anggota FOZ bisa berkolaborasi dengan 50.000 PAI yang tersebar di seluruh wilayah terutama tingkat Kecamatan untuk pendataan anak yatim sampai pelosok daerah,” katanya di Jakarta, saat memberikan materi Peluncuran Asa Anak Indonesia yang digelar secara daring melalui Zoom, Jumat (20/8).
Direktur menyatakan, hingga saat ini belum ada yang memegang data valid anak yatim imbas Covid-19. Jadi perlu data pasti agar bantuan dapat tersalurkan secara merata.
“Perlu juga bekerja sama dengan tokoh masyarakat, organisasi masyarakat sehingga validasi data anak yatim piatu benar dan sesuai kondisi terdampak Covid-19,” ujarnya.
Direktur berharap, lembaga pengelola zakat fokus melalui program beasiswa pendidikan bagi anak yatim, yatim piatu mencakup biaya buku, biaya hidup, biaya spp atau kebutuhan pembelajaran di masa pandemi.
“Selain pendidikan perlu program konsultasi psikologi bagi anak yatim piatu, yatim sehingga dapat menambah kepercayaan diri dan semangat hidup,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



