Bogor, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengajak jajarannya aktif menyelesaikan sejumlah persoalan bangsa. Hal ini diungkap Kamaruddin saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Penguatan Program Layanan Nikah dan Rujuk di Bogor, Senin (23/5/22) malam.
"Kemenag melalui KUA dan Penghulu memiliki potensi sangat besar untuk memitigasi bahkan memberikan solusi terhadap persoalan bangsa ini," ungkap Dirjen.
Dirjen menyatakan, sejumlah persoalan fundamental yang dihadapi bangsa Indonesia, antara lain perceraian, pernikahan anak, dan stunting.
"Tingginya angka perceraian, pernikahan dini masih masif, kekerasan dalam rumah tangga masih terjadi di sana sini, dan keluarga yang melahirkan generasi stunting masih sangat besar," tambahnya.
Dirjen menegaskan, Kemenag melalui KUA yang tersebar hingga ke tingkat kecamatan mampu memberikan solusi terhadap penguatan keluarga. Katanya, baiknya keluarga merupakan langkah efektif dalam menguatkan ketahanan bangsa.
"Keluarga merupakan entitas dan institusi penting yang menentukan kokohnya bangsa. Tugas kita membina dan merawat ketahanan bangsa dengan menguatkan ketahanan keluarga," pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan ini, Kasubdit Bina Kepenghuluan, Anwar Sa'adi, Subkoordinator Bina Kepenghuluan Wilayah I, Insan Khoirul Qolbi, Subkoordinator Bina Kepenghuluan Wilayah II, Makhzaini, dan Subkoordinator Bina Kepenghuluan Wilayah III, Ari Pujiatno.
Hadir sebagai peserta Kepala Seksi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten/Kota dari Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta Pengurus Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI).
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



