Cirebon, Bimas Islam --- Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengajak masyarakat, khususnya penyuluh dan penulis, memenuhi literasi keagamaan dengan karya tulis yang membangun dan merangkul.
Ajakan tersebut disampaikan Kamaruddin saat membuka Coaching Clinic Penulisan Naskah Islam Untuk Anak Berbasis Perpustakaan Masjid yang diselenggarakan Subdit Kepustakaan Islam Kemenag di Hotel The Luxton Cirebon selama empat hari pada Rabu hingga Sabtu (18-21/5).
“Kita semua harus memenuhi literasi keagamaan, baik berupa buku secara fisik maupun konten-konten dakwah di media sosial dengan karya tulis yang konstruktif dan toleran. Buku yang belum tentu sesuai dengan ajaran agama yang benar masih ditemui. Karenanya, kita semua harus mengambil peran untuk memenuhi literasi keagamaan yang toleran. Ini tugas kita bersama,” kata Kamaruddin, Rabu.
Selain konten-konten konservatif, Kamaruddin juga prihatin dengan banyaknya konten bernafaskan liberalisme. “Dalam sebuah penelitian tentang konten keagamaan di media sosial, kelompok liberal juga cukup banyak, sampai menyentuh angka 7%. Angka 7% itu besar,” katanya.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menambahkan, Kementerian Agama tidak bisa berjalan sendiri dalam menghadapi dinamika literasi keagamaan yang demikian kompleks. Dia berharap, masyarakat bisa memenuhi ruang literasi dengan karya tulis yang membangun.
“Kami percaya bahwa para penulis, termasuk insan-insan akademik, bisa bersama-sama dengan kita di Kementerian Agama untuk bisa mengawal tugas yang sangat besar yaitu mengisi ruang literasi dengan karya tulis yang mencerahkan,” katanya.
(Rendi)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



