Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama Moh. Agus Salim menjelaskan, bulan Muharam merupakan bulan pertama pada tahun baru di kalender hijriah. Di dalam sejarah Islam, bulan Muharam adalah bulan yang mulia.
Agus mengatakan, bulan Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Bulan Muharam juga termasuk di antara asyhurul hurum atau sering juga disebut bulan-bulan yang disucikan, dalam artian Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk menjaga kesuciannya.
“Oleh karena itu, dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini marilah kita menyambut bulan Muharam yang bertepatan dengan 10 Agustus 2021 nanti dengan memperbanyak ibadah dan bermunajat kepada Allah SWT di rumah,” ujar Agus kepada bimasislam di Jakarta, Rabu (4/8).
Dikatakan Agus, pada bulan Muharam juga terdapat anjuran atau amalan sunah seperti puasa Tasu'a dan 'Asyura, serta memperbanyak berbuat baik dan menghindari perbuatan dosa.
“Bulan pembuka dalam setiap tahun Hijriah itu juga merupakan sejarah ketika Allah SWT memberi pertolongan kepada Nabi Musa As dan kaumnya dari kezaliman Fir’aun,” katanya.
Selain itu, peristiwa pada tanggal 10 Muharam juga merupakan sejarah bagaimana kekuasaan Allah SWT menyelamatkan Nabi Nuh As dan kaumnya dari banjir bandang.
“Dan masih banyak sekali sejarah, kemuliaan, dan keistimewaan bulan Muharam. Karenanya sekali lagi saya mengajak mari kita manfaatkan peringatan bulan Muharam dengan memperbanyak bermunajat kepada Allah SWT,” tandasnya.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



