Jakarta, Bimas Islam --- Ibadah ritual yang dilaksanakan seorang Muslim hendaknya berdampak positif dalam kehidupan sosial. Hal ini seperti disampaikan Analis Kebijakan pada Seksi Penyuluh Agama Islam Ditjen Bimas Islam, Amirullah dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang disiarkan JakTV, Rabu (13/4/22).
"Sebagai manusia kita harus menjaga hubungan baik dengan Allah dan hubungan baik dengan sesama manusia. Kesalehan ritual yang kita lakukan harus berdampak pada kesalehan sosial," ungkap Amir.
Amir menjelaskan, seluruh ibadah yang diwajibkan dalam rukun Islam memiliki dampak sosial. Syahadat, misalnya, memiliki dampak sosial agar seorang Muslim tidak takut kepada makhluk mana pun selama berada di jalan kebenaran.
"Salat yang kita lakukan juga mesti berdampak sosial. Orang yang salatnya benar dan khusyuk mesti mampu menjaga diri dari perbuatan keji dan mungkar," ujarnya.
"Kalau kita masih iri, dengki, dan tidak rela melihat kebahagiaan orang lain padahal sudah mendirikan salat, berarti ada yang harus dipertanyakan ke dalam diri kita," ajaknya.
Amir melanjutkan, demikian pula dengan zakat, puasa, dan haji yang harus berdampak sosial dalam kehidupan sehari-hari sehingga manfaat ibadah bisa dirasakan oleh masyarakat luas.
"Terus tingkatkan empati kepada sesama. Selaraskan hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama. Semua ibadah ritual yang kita lakukan semoga berdampak pada kesalehan sosial," pungkas Amir dalam rangkaian Inside Ramadan yang merupakan kerja sama Ditjen Bimas Islam dengan JakTV ini.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Gemah Asri KUA Gedebage, Dirjen Bimas Islam Ajak Berubah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik…



