Jakarta, Bimas Islam -- Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi mengajak tokoh/pimpinan Ormas Islam tingkat Pusat menghadapi tiga tantangan bangsa. Zayadi mengatakan, bangsa Indonesia tengah menghadapi tantangan penetrasi ideologi, kesejahteraan masyarakat, serta perkembangan teknologi informasi dan media digital.
"Penetrasi ideologi ekstrem dan menyimpang akan mampu kita hadapi jika seluruh komponen bangsa berkomitmen merawat keragaman Indonesia. Disadari atau tidak, kita sedang menghadapi kontestasi ideologi. Mau tidak mau, suka tidak suka, mari rapatkan barisan menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa," ajak Zayadi di Jakarta, Senin (5/12/22) malam.
Terkait tantangan kesejahteraan, Zayadi mengajak Ormas Islam dan tokoh agama terus melakukan edukasi dan bimbingan masyarakat. Menurutnya, salah satu faktor penghambat kemandirian umat adalah minumnya kesadaran karena sedikitnya edukasi.
"Konten edukasi agama kita masih didominasi ibadah ritual semata. Itu penting, tapi harus ditambah dengan konten kemandirian ekonomi melalui bab muamalah," sambung Zayadi.
"Kita harus perbanyak konten ceramah dan bimbingan dengan tema ekonomi, pasar, mudharabah (kerja sama bisnis) , syirkah (kemitraan/berserikat), dan tema pemberdayaan ekonomi sehingga masyarakat kita lebih cepat mandiri," smabungnya.
Menyoal laju perkembangan teknologi dan media digital, Zayadi mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif. Apalagi, katanya, masyarakat Indonesia saat ini didominasi kelompok urban dan generasi muda yang akrab dengan teknologi informasi.
"Jika tidak masuk ke ruang digital, kita akan ditinggal oleh umat. Mari sampaikan ajakan kebaikan kepada masyarakat di ruang digital dengan memanfaatkan semua platform digital yang tersedia tanpa meninggalkan bimbingan dan edukasi di tengah masyarakat," pungkas Zayadi dalam Dialog Tokoh/Pimpinan Ormas Islam Tingkat Pusat yang dipandu Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ali Sibromalisi.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag: Sulsel Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah di Wilayah Timur Indonesia
Makassar, Bimas Islam — Sulawesi Selatan berpeluang menjadi pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia. Potensi tersebut…



