Jakarta, Bimas Islam --- Staf Khusus Menteri Agama, Muhammad Nuruzzaman mengajak ormas Islam agar mampu memperbanyak konten dakwah keagamaan melalui berbagai platform media sosial. Hal ini merupakan strategi untuk menjaga generasi muda dari pemahaman keagamaan yang menyimpang.
Nuruzzaman menyampaikan, media sosial kini menjadi sebuah kebutuhan bagi kalangan muda, sehingga strategi dakwah tentang pemahaman moderasi beragama kepada mereka harus disesuaikan dengan konteks kekinian.
"Jangan sampai nanti diambil alih oleh orang yang tidak mempunyai pemahaman keagamaan yang mumpuni, hanya karena mereka viral di media sosial," papar Nuruzzaman saat menjadi pembicara dalam acara Dialog Ormas Islam dan Lembaga Keagamaan Tingkat Pusat yang bertempat di Hotel Orchardz, Jakarta Pusat, Kamis (26/8).
Nuruzzaman berpendapat, pengisian konten dakwah melalui platform media sosial dapat memanfaatkan organisasi kepemudaan yang berada di bawah naungan ormas-ormas Islam, karena mereka lebih memahami mengenai selera para pengguna media sosial tersebut.
"Media sosial ini sudah jelas secara spesifikasi, tipologi, dan status sosialnya. Ini lebih memudahkan kita dalam mencari konten yang sesuai, misalnya untuk Instagram bisa kita pakai gambar infografis, atau video pendek melalui Tik Tok," imbuhnya.
Nuruzzaman menambahkan, untuk membuat konten dakwah yang sesuai dengan keinginan generasi muda, maka Direktorat Penais didorong untuk memberikan pelatihan bagi para organisasi kepemudaan dalam ormas-ormas Islam.
Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu (25/8) lalu, melibatkan sebanyak 35 utusan dari berbagai ormas Islam dan lembaga keagamaan resmi ditutup oleh Kasubdit Kemitraan Umat Islam Direktorat Penais, Ali Sibromalisi, Kamis (26/8) malam.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Tuntaskan Persoalan Ruislag Tanah Wakaf Terdampak Tol dan Normalisasi Sungai di Semarang
Semarang, Bimas Islam — Kementerian Agama membenahi persoalan tukar-menukar (ruislag) tanah wakaf yang terdampak pembangunan Jalan Tol Semarang–Batang dan…



