Banyumas, Bimas Islam -- Pemahaman dan sikap toleran perlu terus disuburkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi saat menutup Muktamar ke-41 Perhimpunan Al-Irsyad Al-Islmaiyyah di Purwokerto, Jumat (25/11/22).
"Kemenag terus mengajak Al-Irsyad bersama Ormas Islam lainnya untuk menyuburkan prkatik toleransi dan menghindarkan semua jenis kekerasan dan terorisme di masyarakat. Usaha ini akan lebih mudah dicapai jika semua pihak berkolaborasi," ajak Zayadi.
Sikap toleran, imbuh Zayadi, dimulai dari kesadaran saling memahami. Sikap tersebut juga tumbuh subur dengan tidak adanya sikap merasa paling benar dan mudah menyesatkan kelompok lain hanya karena perbedaan.
"Tantangan umat beragama di Indonesia bukan hanya mengamalkan toleransi terhadap perbedaan agama, tetapi juga menjaga persatuan di dalam tubuh masing-masing umat beragama dengan menghindarkan sikap merasa paling benar dan saling menyesatkan," sambungnya.
Zayadi yang hadir mewakili Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin ini juga mengapresiasi kiprah Perhimpunan Al-Irsyad yang telah berusia 108 tahun. Menurutnya, keberhasilan ini akan semakin meningkat dengan kolaborasi dan sinergi.
"Satu abad kiprah Al-Irsyad di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, kemasyarakatan, dan dakwah yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Kita berharap Al-Irsyad terus dan lebih bersinergi dengan Ormas Islam lain untuk membangun umat Islam dan masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Selain menetapkan Faisol Nasar bin Madi sebagai Ketua Umum, Muktamar ke-41 juga menetapkan Syarif Ba’asyir sebagai Dewan Syuro. Keduanya akan menahkodai organisasi yang didirikan pada 6 September 1914 ini selama lima tahun pada periode 2022-2027.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



