Semarang, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Penerangan Agama Islam mengajak penyiar di Jawa Tengah (Jateng) untuk menjadi perekat bangsa. Pasalnya, para penyiar memiliki akses dan jaringan untuk menyapa masyarakat secara langsung.
"Kami ajak penyiar untuk ikut terlibat menyosialisasikan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara utuh agar tidak terjadi disintegrasi bangsa," ungkap Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Syamsul Bahri pada Pembinaan Kompetensi Penyiar Agama Islam (PKPAI) di Hotel Aston Inn, Kota Semarang, Kamis (7/10/21).
Dalam menyampaikan siaran, lanjut Syamsul, penyiar hendaknya memiliki niat yang lurus untuk kepentingan bangsa dan agama. "Jangan membuat dikotomi dan jurang pemisah di tengah masyarakat," terangnya.
Di hadapan 80 penyiar radio se-Jateng ini, Syamsul juga mengajak penyiar untuk terus menyampaikan siaran yang berisi ajakan kebaikan universal. Menurutnya, kebaikan universal merupakan diakui oleh semua agama.
"Agama mengajak masyarakat menuju kepada Tuhan. Sampaikanlah pesan-pesan kebaikan universal kepada masyarakat," tambahnya.
Bagi Syamsul, penyiar merupakan profesi yang mulia. Mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur ini bahkan menempatkan penyiar sama dengan dai ketika yang disampaikan adalah kebaikan. "Bersyukurlah, penyiar itu luar biasa. Banyak penyiar yang diangkat derajatnya oleh Allah," pungkasnya.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Dukung Keberlanjutan PaRD, Perkuat Kerja Sama Agama dan Pembangunan
Bangkok, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) berkomitmen mendukung keberlanjutan International Partnership on Religion and Sustainable Development…



