Jakarta, Bimas Islam – Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengajak lembaga dan stakeholder untuk mendukung pengembangan aset wakaf agar lebih produktif dan dan bernilai ekonomi.
Hal itu disampaikannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pelatihan Teknis Inkubasi Wakaf Produktif Tahun 2023 di Jakarta, Kamis (20/7/23).
“Program ini terus diperluas melalui kolaborasi dan sinergi antara kementerian, pemerintah, dan lembaga terkait, demi mendukung cita-cita pembangunan nasional,” ujarnya.
Dirjen menyebut, lembaga seperti Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memiliki dana kemaslahatan umat. “Kami berharap BPKH mau menggelontorkan anggarannya untuk ikut mendukung wakaf produktif,” imbuhnya.
BAZNAS, menurutnya, selain mendistribusikan, juga memiliki anggaran untuk pemberdayaan seperti bantuan untuk MKM dan pemberdayaan dana umat.
“Jika hal ini dikolaborasikan dengan para nazir, maka wakaf bisa semakin produktif dan bermanfaat untuk kesejahteraan umat,” pungkasnya.
Kegiatan yang digelar Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) itu diikuti 85 peserta, terdiri dari 46 nazir dan perwakilan Kantor Wilayah Kemenag se-Indonesia.
An/Mr



