Jakarta, Bimas Islam --- Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Bimas Islam Kementerian Agama M. Fuad Nasar mengajak seluruh umat beragama mensyukuri nikmat kemerdekaan sesuai dengan tujuan kemerdekaan dan berdirinya Republik Indonesia.
“Kepada umat Islam khususnya dan seluruh umat beragama pada umumnya untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan sesuai tujuan kemerdekaan dan tujuan mendirikan negara Republik Indonesia yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, ialah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. ” kata Fuad kepada bimasislam, Selasa (16/08).
Dalam merayakan HUT Ke-77 Republik Indonesia yang bertema Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat ini, Fuad mengungkapkan, kita terkesan dengan kejernihan pikiran para pendiri republik dan pemimpin Indonesia di masa perjuangan dahulu yang menyadari bahwa kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah (kolonial) tercapai atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. Pernyataan penting tersebut ditulis sebagai kalimat Pembukaan UUD 1945.
“Oleh karena itu dalam mengisi kemerdekaan dan menjaga keberlangsungan bangsa dan negara tetap membutuhkan rahmat Allah,” ujarnya.
Fuad menyakini, dengan limpahan rahmat Allah yang Maha Kuasa, segala kemajuan dan apa yang dibangun selama ini akan memberi manfaat dan maslahat jangka panjang kepada seluruh rakyat dan menjamin masa depan generasi penerus.
“Agar rahmat Allah Swt dan berkah-Nya dari langit dan bumi senantiasa menyertai perjalanan bangsa dari masa ke masa, bangsa Indonesia harus menyempurnakan iman dan takwa kepada-Nya. Di samping itu, dalam agama diingatkan bahwa persatuan akan mendekatkan suatu bangsa pada rahmat Allah, sebaliknya perpecahan dan permusuhan hanya akan menjauhkan dari rahmat-Nya,” tuturnya.
“Jangan sampai terjadi sebagian anak bangsa sadar atau tidak sadar merusak sulaman nilai-nilai perjuangan bangsa dan hasil-hasil pembangunan dengan perilaku dan perbuatannya sendiri. Dalam konteks kebangsaan, mari terus memperkuat nasionalisme bernapaskan Pancasila, toleransi, demokrasi, gotong-royong, kepedulian sosial, pembelaan terhadap kaum yang lemah, kepercayaan terhadap kemampuan bangsa sendiri serta menghargai perbedaan yang merupakan sunnatullah,” tutupnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



