Surabaya, bimasislam --- Kementerian Agama mengajak semua elemen umat Islam agar menjaga komitmen dan sikap amanah dalam upaya terus mengembangkan secara optimal wakaf sebagai aset sosial dan aset ekonomi yang terkoneksi dengan instrumen keuangan syariah lainnya. Sukuk Wakaf yang belum lama ini diluncurkan oleh Kementerian Keuangan, bersama Bank Indonesia, Kementerian Agama, dan Badan Wakaf Indonesia menjadi icon baru pengembangan wakaf di Indonesia dan Dunia. Selain itu Kemenag mendorong pembaruan materi wakaf dalam kurikulum pendidikan sekolah dan perguruan tinggi untuk membuka wawasan dan cakrawala generasi milenial tentang wakaf dalam konteks kekinian.
Demikian antara lain pesan Kementerian Agama dalam acara peluncuran Gerakan Indonesia Sadar Wakaf (GISWAF) yang dilakukan Universitas Darussalam Gontor, Bank Indonesia dan Badan Wakaf Indonesia pada Senin pagi 10 Desember 2018 di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Dalam kesempatan tersebut UNIDA Gontor sekaligus memperkenalkan berdirinya International Centre for Awqaf Studies (ICAST) dan meluncurkan buku “Fiqih Wakaf Praktis (Dasar) Seri 1”.
GISWAF lahir dari semangat untuk memanfaatkan potensi ekonomi umat Islam di Indonesia yang besar. GISWAF memiliki program lanjutan selain berupa roadshow dengan menggandeng lembaga terkait, yang secara terarah dapat memberikan pengetahuan yang lebih mendalam kepada masyarakat terkait wakaf.
Peluncuran GISWAF merupakan bagian dari rangkaian acara berskala nasional “Indonesia Economic Syariah Festival” (ISEF) yang ke-5 digelar oleh Bank Indonesia di kota pahlawan Surabaya dari tanggal 11 sampai 15 Desember 2018.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf M. Fuad Nasar hadir dalam peluncuran GISWAF mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang sedang menjalankan tugas kenegaraan ke Arab Saudi.
M. Fuad Nasar yang menyampaikan sambutan tertulis Menteri Agama mengemukakan dalam beberapa tahun terakhir, perhatian dan dukungan multi stake holders untuk mengaktualisasikan potensi wakaf sebagai elemen penggerak ekonomi dan keuangan syariah semakin menguat. Sistem keuangan Islam, atau di negara kita lebih populer disebut ekonomi syariah, meliputi dua sektor dengan bobot sama pentingnya yaitu sektor komersial dan sektor sosial. Pemantapan fondasi dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia perlu ditopang dengan sektor sosial yang mapan. Hal demikian tiada lain untuk mendorong peningkatan kesejahteraan yang berkeadilan dan penanggulangan kemiskinan, tanpa mengabaikan tanggungjawab sektor keuangan komersial terhadap kesejahteraan masyarakat.
Lebih jauh dipaparkan, tugas Kementerian Agama sebagai regulator dan leading sector perwakafan sangat terbantu terlebih dengan adanya peran lintas otoritas melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang beranggotakan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan lainnya dalam menggerakkan dan mensinkronkan kebijakan di sektor wakaf khususnya. Pemerintah dari waktu ke waktu selalu mendorong dan memfasilitasi perkembangan gerakan wakaf di Tanah Air dengan menghadirkan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan program dan gerakan inklusi wakaf. Upaya yang sistematis, inovatif dan berkelanjutan perlu terus dilakukan untuk memperluas partisipasi dan inklusi wakaf.
Di sisi lain, menurut menteri, “Program penguatan literasi wakaf kepada kalangan generasi muda terutama mahasiswa sebagai elite generasi terpelajar dan calon pemimpin bangsa perlu diintensifkan, seperti lewat program wakaf goes to campus, program kajian, penelitian dan sebagainya. Pengembangan nilai manfaat pengelolaan wakaf untuk pendidikan, ekonomi, pelestarian kebudayaan Islam, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pembangunan insfrastruktur sosial yang dibutuhkan masyarakat perlu mendapat perhatian dari para nazhir wakaf dan penggiat wakaf, di samping manfaat wakaf sebagai sarana peribadatan umat.
Mengutip tokoh Islam dan pahlawan nasional almarhum Mohammad Natsir, bahwa Masjid, Pesantren, dan Kampus merupakan tiga pilar penting dalam mendorong kebangkitan umat yang satu sama lain perlu bersinergi. “Pondok Modern Darussalam Gontor memiliki ketiga modal tersebut di atas, yakni Masjid, Pesantren dan Kampus. Para pendiri Gontor, almarhum Bapak K.H. Imam Zarkasyi, Bapak K.H R.Z. Fanani, dan Bapak KH Ahmad Sahad, Trimurti yang kita kenang dan hormati jasa-jasanya, telah memberikan contoh terbaik tentang bagaimana umat membangun wakaf, dan wakaf membangun umat lewat pendidikan.” tambah Fuad Nasar.
Menteri Agama mengapresiasi kemitraan lintas otoritas yang terjalin semakin erat dalam mengawal agenda pengembangan wakaf yang terkoneksi dengan instrumen keuangan syariah lainnya. Ini merupakan milestone penting untuk mendekatkan bahkan mengintegrasikan sektor komersial dengan sektor sosial keuangan syariah, imbuhnya.
Menutup pesannya Menteri Agama seperti disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf menandaskan wakaf hakikatnya adalah milik Allah dan titipan generasi yang akan datang sehingga wajib kita jaga dan pelihara serta optimalkan nilai manfaatnya. Untuk itu platform kerjasama, sinergi lintas otoritas serta kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan wakaf diharapkan semakin meningkat dari waktu ke waktu. Pencanangan Gerakan Indonesia Sadar Wakaf dan kegiatan lain yang sejenis diharapkan menciptakan efek “bola salju” yang mendorong perubahan penting dalam pemberdayaan wakaf untuk Indonesia yang lebih baik.
Dalam acara yang dihadiri ratusan mahasiswa dan santri diisi sambutan Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Syamsul Hadi Abdan, Wakil Rektor I UNIDA Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.,Ed, M.Phil, dan Ketua Badan Wakaf Gontor K.H. Akrim Mariyat, Dipl. Ad.Ed. Dari Bank Indonesia hadir Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) M. Anwar Bashori dan Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah. Sementara Ketua BWI pusat diwakili Ketua BWI Perwakilan Jawa Timur Prof. Dr. Feishal Haq.
Penulis : mfns
Editor : mfns
Foto : bimasislam
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



