Jakarta, Bimas Islam --- Kementerian Agama RI akan menggelar temu konsultasi penanganan paham keagamaan di Yogyakarta pada 1-3 Oktober 2021 mendatang. Kegiatan yang akan digelar selama tiga hari itu mengangkat tema ‘Menyemai Budaya, Menggerakkan Moderasi Beragama’.
Plt Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Ismail Fahmi mengatakan, temu konsultasi itu akan difokuskan pada elaborasi penguatan indikator keempat moderasi beragama (MB) atau akomodatif terhadap budaya lokal.
“Sehingga peserta pada kegiatan ini melibatkan dari unsur Penyuluh Agama Islam PNS dan non-PNS, ormas Islam, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan pejabat atau pengampu bina paham keagamaan dari tingkat pusat dan daerah, serta akademisi dari perguruan tinggi di Yogyakarta,” ungkap Ismail kepada bimasislam di Jakarta, Senin (27/9/21).
Menurut Ismail, adanya kolaborasi antara aktivis, akademisi, dan aktor penggerak masyarakat itu, diharapkan bisa menguatkan kesadaran pentingnya nilai-nilai toleransi dan moderasi beragama berbasis budaya.
“Peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta juga menjadi sangat penting dalam mengimplementasikan sikap moderat dalam beragama, khususnya relasi agama dan budaya,” ujarnya.
Ismail mengungkapkan, peserta diminta menuliskan refleksi pribadi atau esai pendek dengan tema ‘Moderasi Beragama: Relasi Agama-Budaya’.
“Selain itu, peserta juga diharapkan dapat memberikan kontribusi tulisan dalam buku Implementasi Moderasi Beragama Berbasis Budaya yang rencananya akan disusun oleh Subdit BPKI-PK,” ujarnya.
Sebagai informasi, acara yang digelar oleh Subdit Bina Paham Keagamaan Islam dan Penanganan Konflik Direktorat Urais Binsyar ini akan dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin dan diikuti oleh 30 peserta dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Kegiatan itu juga akan menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Stafsus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz, Pengasuh Pondok Budaya Pesantren Kaliopak Yogyakarta Kiai M. Jadul Maula, Dosen Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS) Universitas Gajah Mada (UGM) Syamsul Maarif, pendiri Majelis Luhur Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (MLKI) Engkus Ruswana, Anggota MUI Kiai Arwani Syaerozi, dan pengajar di MA Darussalam dan alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Choirotun Chisaan.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



