Bogor, Bimas Islam-- Penyuluh Agama Islam, yang merupakan Pendamping penerima manfaat program KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) di Ciomas, Bogor, Jawa Barat, M. Yusup Setiawan mengatakan, pihaknya akan memberi pelatihan bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha, termasuk upaya digitalisasi pemasaran produk.
“Ini merupakan tindak lanjut selama tiga tahun ke depan, di mana setiap bulan para penerima manfaat akan diberikan materi mengenai manajemen usaha, pengelolaan bisnis, serta cara memasarkan produk UMKM melalui digitalisasi,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (5/9/2024).
Sebelumnya, 10 penerima manfaat dinyatakan layak mengikuti Program Pendampingan, Pemberdayaan Ekonomi, dan menerima bantuan pengembangan usaha sebesar Rp5 juta per orang, setelah verifikator dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag melakukan verifikasi faktual yang berkolaborasi dengan LAZ Ummul Quro, Rabu (4/9).
Ia menjelaskan, para penerima manfaat juga akan dilatih untuk meningkatkan keterampilan dalam pengemasan produk dan teknik pemasaran. Namun, pada tahap awal, pihaknya akan fokus terlebih dahulu pada pembentukan mental para penerima manfaat agar memiliki mental bisnis yang kuat.
“Di awal, kami akan fokus untuk mengarahkan mereka agar memiliki mental bisnis,” ungkapnya.
Yusup menambahkan, dari 10 pelaku UMKM, terdapat 3 pelaku usaha yang telah memperoleh sertifikasi halal untuk produk usahanya. Pihaknya berkomitmen untuk membantu para penerima manfaat agar 7 pelaku usaha lainnya dapat memperoleh sertifikasi serupa.
“Harapannya, program ini mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha dan ekonomi umat di Ciomas,” ungkapnya.
Sementara itu, Achmad Adi Sudradjat, salah satu penerima manfaat berencana memanfaatkan bantuan dana yang diberikan Kemenag untuk membeli perabotan tambahan untuk mendukung dan meningkatkan kualitas usahanya. Ia telah meraup keuntungan jutaan rupiah per bulan melalui usaha “Gado-gado Bu Ujang”.
Usahanya merupakan warisan keluarga yang telah dijalankan secara turun-temurun. Keberhasilan Adi dalam meraup keuntungan didukung oleh lokasi strategis usaha, yang terletak di tempat pemberhentian terakhir angkot jalur Cibinong.
“Saya berterima kasih kepada kedua orang tua dan sesepuh saya atas usaha yang telah diwariskan ini. Sebab, di awal, mereka membangun usaha ini dengan jeli melihat lokasi yang tepat sehingga usaha ini bisa bertahan selama bertahun-tahun,” terangnya kepada wartawan.
Selain Adi, juga terdapat 9 penerima manfaat lainnya yaitu Nenden Mardiyah, pemilik usaha Cilok dan Camilan, Lina Marlina dengan usaha es mambo dan gorengan, Rizki Amelia yang menggeluti usaha buket bunga dan penjualan mie pangsit, Fatullah yang menjalankan usaha jajanan anak sekolah, serta Siti Herlina pemilik usaha kripik dan jajanan lainnya.
Selanjutnya, Muqin Hibatul Alimi, pemilik usaha donat dengan brand “D’Donat Bogor,” berencana membuka kedai dan menambah jenis produk setelah menerima bantuan dana. Nurhamidah, yang memiliki toko kelontong dan usaha gorengan, Suhendar dengan usaha Cilor gerobak, dan Sinta Kurniasih, pemilik usaha Martabak Mini, juga merasakan dampak positif dari program KUA PEU.
Wcp/Mr



