Jakarta, Bimas Islam -- Kasubdit Kepustakaan Islam, Abdullah AlKholis mengatakan, pemerintah harus memberi catatan atau jejak kebermanfaatan bagi masyarakat, sehingga masih dapat dirasakan di masa mendatang.
Hal itu disampaikannya pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Bidang Kepustakaan Islam X dan XI tentang Pembahasan Penulis Buku Agama, Negara, dan Civil Society I, Sabtu (8/7/2023), di Jakarta.
"Selama ini peran Kemenag, khususnya Bimas Islam itu sudah banyak. Seharusnya ada catatan-catatan atas pencapaian, sehingga masyarakat tahu bagaimana dampak terhadap keberagaman agama, pengembangan filantropi, dan sebagainya," katanya.
"Peran-peran pemerintah dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat perlu ditulis, bagaimana program-program tersebut berperan dalam civil society," lanjut Kholis.
Terkait itu, Kholis menyebut, peran dan pencapaian itu akan dituangkan dalam sebuah buku bertema Negara, Agama, dan Civil Society.
"Buku ini semacam informasi keagamaan untuk memberi pengetahuan dan edukasi kepada masyarakat, juga sejarah. Paling tidak, ke depan, dokumentasi-dokumentasi ini akan dirasakan dan berfungsi sebagai pengetahuan. Kalau sudah ditulis, akan ada jejak," terangnya.
Sebagai Informasi, kegiatan FGD Bidang Kepustakaan Islam X dan XI tentang Pembahasan Penulis Buku Agama, Negara, dan Civil Society I ini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (8-9/7/2023).
Msk/Mr
Foto: Rizal
Foto: Rizal



