Jakarta, Bimas Islam --- Kemenag melalui Ditjen Bimas Islam akan meningkatkan kompetensi para penghulu dan petugas Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai daerah sebagai dalam rangka program revitalisasi layanan KUA.
Revitalisasi Layanan KUA yang merupakan UPT (Unit Pelayanan Teknis) Ditjen Bimas Islam sedang dilakukan oleh Kementerian Agama di sejumlah daerah, dalam rangka optimalisasi pelayanan publik.
"Program-program yang perlu ditingkatkan antara lain soft skill para penghulu. Mereka melayani akad nikah dan memberi nasehat perkawinan kepada orang yang berbeda-beda status pendidikan, budaya dan strata sosialnya. Bahasa, intonasi, diksi dan substansi nasihat perkawinan yang disampaikan penghulu adalah cerminan dari profesionalisme aparatur Kementerian Agama," terang Fuad saat menghadiri rapat di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Senin (1/3).
Fuad menekankan dua hal penting dalam peningkatan sumber daya manusia bagi para petugas di KUA daerah. Yakni terkait kesejahteraan mereka karena menjadi ujung tombak pelayanan publik, serta keterampilan dalam melayani masyarakat.
"Kita akan melakukan pengembangan kompetensi para penghulu, serta para petugas KUA dari sisi public speaking, dan etika pelayanannya. Public Speaking para penghulu dan etika pelayanan tamu kantor perlu lebih diperhatikan dan ditingkatkan di semua KUA," imbuhnya.
Kemenag telah menunjuk lima KUA yang akan menjadi role model dari proyek revitalisasi ini yakni Cirebon, Yogyakarta, Banjarnegara, Makassar, dan Malang.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



