Banyuwangi, Bimas Islam --- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Simkah Web yang diikuti oleh 24 Kepala KUA Kecamatan dan para Operator Simkah sejumlah 48 peserta.
“Problem yang dihadapi KUA Kecamatan semakin beragam yang membutuhkan kejelian dan penambahan wawasan bagi para penghulu,” kata Kasi Pemberdayaan KUA pada Bidang Urais Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Farmadi Hasyim saat menjadi narasumber Bimtek, Selasa (30/08/22).
Karenanya, lanjut Farmadi, para penghulu harus meningkatkan kemampuannya, termasuk para operator pada KUA Kecamatan yang harus meningkatkan kemampuan dalam penguasaan teknologi.
Lebih lanjut, Farmadi menyampaikan, dalam melayani masyarakat agar sesuai dengan SOP dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Performa penghulu dalam melayani masyarakat harus dijaga, karena setiap tindakan dan pakaian menjadi konsumsi publik,” ungkapnya.
Farmadi berharap para penghulu dapat memanfaatkan media untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.
“Saya sangat mendukung para penghulu mengunggah kegiatannya baik dalam pelaksanaan pernikahan maupun ceramah agama,” imbuhnya.
Sementara itu, Kasubbag TU Moh. Jali mewakili Kepala Kantor Kemenagmengatakan, penguasaan Simkah Web sangat penting bagi layanan pada KUA Kecamatan.
“Layanan pendaftaran nikah dan layanan administrasi nikah secara online sangat penting dalam transformasi layanan digital,” jelasnya.
Selain Kasi dan Kasubbag TU, hadir sebagai narasumber JFU Kanwil Kemenag Prov Jawa Timur Ahmad Fauzi Handika didampingi JFU Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Banyuwangi Syafaat membahas tuntas tentang Simkah Web, dari mulai pendaftaran online oleh calon mempelai sendiri,hingga pelaporan melalui Simkah Web.
(banyuwangi.kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



