Jakarta, Bimas Islam --- Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Ditzawa) memberikan penghargaan kepada tiga Agent of Change (AOC) Ekonomi Syariah terbaik. Penghargaan diberikan karena ketiganya memiliki program inovatif yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, Ditzawa memiliki 68 AOC Ekonomi Syariah yang tersebar di seluruh Indonesia. AOC Ekonomi Syariah adalah para Penyuluh Agama Islam non PNS yang diedukasi untuk memberikan informasi tentang zakat dan wakaf kepada masyarakat.
“Misi utama ke-68 AOC adalah menjadikan zakat dan wakaf sebagai lifestyle masyarakat, terutama kaum milenial,” katanya saat memberikan sambutan dalam Malam Apresiasi Festival Literasi Zakat dan Wakaf 2021 di Aula HM. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis (02/12).
Dirjen berharap, ke depan jumlah AOC tidak hanya 68 tetapi seluruh penyuluh bisa menjadi agen perubahan untuk meningkatkan literasi masyarakat soal zakat dan wakaf.
“Kalau seluruh Penyuluh Agama Islam menjadi Agent of Change kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat dan wakaf juga akan meningkat,” ujarnya.
Inilah Penerima Penghargaan Agent of Change Terbaik:
1. Sumadianto (Inisiator program “Urip Iku Urup" Inovasi Perzakatan di Wilayah Transisi di Yogyakarta),
2. Muhammad Taufiq Maulana (Inisiator program Shanti: Share Konten Toleransi di Denpasar, Bali),
3. Salmiah (Inisiator Kampung Sadar Zakat).
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



