Cianjur, Bimas Islam -- Puluhan Penyuluh Agama Islam dan Penghulu mengikuti pembekalan tim trauma healing di Kankemenag Kabupaten Cianjur, Rabu (23/11/22) sore. Hadir sebagai narasumber, Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam, Agus Suryo Suripto.
"Ini bukan pekerjaan yang mudah, tapi saya yakin ini perkerjaan yang mulia. Bapak dan ibu akan memberikan trauma healing kepada para penyintas, padahal pada waktu yang sama, bapak dan ibu semuanya adalah penyintas," ungkap Suryo.
Hadir mendampingi Suryo, Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Cianjur, Hamdan. Selain Suryo, hadir dua pembicara yang merupakan psikolog, Sugeng Widodo dan Nurmey Nurmey Nurulchaq.
Suryo menambahkan, pendampingan trauma healing akan mulai dilaksanakan pada Senin (28/11/22). Hingga saat ini, katanya, timnya fokus melaksanakan _mapping_ dan membantu distribusi bantuan darurat bekerja sama dengan BAZNAS dan lembaga terkait lainnya.
Suryo menegaskan, pelibatan Penghulu dan Penyuluh Agama Islam sebagai tim trauma healing merupakan langkah tepat. Pasalnya, keduanya merupakan pihak yang dekat dengan masyarakat.
"Selain merasakan situasi dan perasaan yang sama, bapak dan ibu juga memahami lokasi dan karakter masyarakat secara baik. Insyaallah masyarakat akan mudah menerima materi yang disampaikan dan membantu mereka lepas dari kesedihan serta trauma," pungkasnya.
Sebagai informasi, gempa skala 5,6 SR mengguncang Cianjur pada Senin (21/11/22). Selain memberikan bantuan perbaikan masjid dan gedung KUA, Kemenag juga akan memberikan layanan trauma healing bagi penyintas gempa.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



