Bogor, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) memberikan perhatian khusus kepada Penyuluh Agama. Perhatian kepada para penyuluh yang merupakan ujung tombak Kemenag ini diatur dalam bentuk regulasi.
"Kementerian Agama mengelu-elukan dan mengagung-agungkan Penyuluh Agama. Penyuluh adalah garda terdepan dan ujung tombak Kemenag. Mereka ini perlu kita perhatikan," kata Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Juraidi saat memberikan sambutan dalam Penyusunan Regulasi Penyuluh Agama Islam I di Hotel Horison Bhuvana Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/3/21).
Juraidi menambahkan, regulasi yang dibuat terkait Penyuluh Agama ini telah memasuki proses finalisasi. Dia berharap, regulasi ini nantinya bisa dijadikan acuan dalam memberikan penghargaan dan penilaian yang jelas bagi para Penyuluh Agama.
"Kegiatan ini terkait dengan regulasi penyuluh melalui Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB). Kita sudah memasuki proses finalisasi, kemudian akan dirumuskan turunannya," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Penyuluh Agama Islam, Amirullah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk menyusun regulasi penyuluh agama dan angka kreditnya untuk diajukan sebagai Keputusan Menteri Agama yang diperjelas dalam Peraturan Dirjen.
"Nantinya akan menjadi Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang penyuluh agama dan angka kreditnya. Di KMA ini bahasanya masih umum, kemudian kita jadikan Peraturan Dirjen sehingga istilah seperti zakat, wakaf, dan istilah khas Islam lainnya masuk ke dalamnya," ungkap Amir.
Amir menambahkan, angka kredit bagi ini sangat penting sehingga semua kegiatan yang dilakukan penyuluh agama bisa dinilai dengan akurat. Pada akhirnya, regulasi ini akan bermuara pada proses perbaikan kualitas dan kesejahteraan para penyuluh.
"Regulasi, jenjang karir, dan lainnya kita sempurnakan termasuk peningkatan kompetensi dan penilaian kinerja. Kinerja teman-teman penyuluh agama kita ukur betul sehingga terlihat bagaimana kinerjanya. Pada akhirnya, ini akan berefek juga pada kesejahteraan karena penyuluh agama ini keren, bergengsi, dan membanggakan. Kontribusi mereka akan terlihat jelas bagi agama, negara, dan masyarakat," pungkas Amir.
(Pirman)
(Pirman)



