Tangerang Selatan, Bimas Islam --- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas Islam) Kamaruddin Amin mengatakan, Bimas Islam telah membina 8.200 pendakwah guna mengkampanyekan moderasi beragama. Pembinaan terhadap ribuan pendakwah di seluruh wilayah Indonesia tersebut sudah dilakukan Bimas Islam sejak September 2020 lalu.
Hal itu disampaikan Kamaruddin usai membuka kegiatan Lokakarya Qadhaya Fiqhiyah Mu’ashirah dengan tema “Vaksin dalam Tinjauan Maqashid al-Syariah” yang diselenggarakan oleh Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) di Hotel Sahid Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (15/2/2021).
“Kita telah melakukan pembinaan dai. Ada 8.200 dai yang sudah kita berikan pencerahan dan peningkatan kapasitas,” kata Kamaruddin.
Kamaruddin menambahkan, peningkatan kapasitas yang dilakukan Bimas Islam kepada ribuan pendakwah tersebut meliputi pemahaman moderasi beragama, peningkatan nasionalisme, ketahanan nasional, dan wawasan kebangsaan.
“Kita berikan wawasan kepada mereka. Mereka adalah elemen yang sangat penting untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat. Kami merasa, para dai dan mubaligh ini harus diberikan wawasan kebangsaan tentang moderasi beragama, agar menyampaikan nilai-nilai moderat ke masyarakat,” papar Kamaruddin.
Sebelumnya, isu radikalisme kembali mencuat setelah adanya laporan terhadap tokoh agama Din Syamsuddin. Menteri Agama pun menegaskan agar tidak mudah menuduh seseorang radikal.
(Fadly)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



