Blora, Bimas Islam --- Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersinergi menurunkan angka stunting. Pemerintah berkomitmen menurunkan angka stunting di bawah 14% pada tahun 2024.
"Kita tidak hanya bekerja sama, tetapi bergandengan tangan untuk menurunkan angka stunting sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo," ungkap Kasubdit Bina Keluarga Sakinah Kemenag, Agus Suryo Suripto di Pendopo Kabupaten Blora, Sabtu (14/5/22).
Dalam acara Sosialisasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Provinsi Jawa Tengah ini, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menjelaskan, stunting disebabkan tiga hal. Meliputi kekurangan makan, kesehatan, dan pola asuh.
"Penderita stunting setidaknya memiliki tiga kerugian. Pertama, postur tubuh pendek. Kedua, kemampuan intelektualnya rendah. Ketiga, mudah sakit saat dewasa," ungkap Hasto.
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto menambahkan, penurunan stunting merupakan keharusan. Katanya, sumber daya manusia (SDM) yang unggul dimulai dari generasi bebas stunting.
"Mutu SDM akan terhambat kalau generasi kita tidak sehat. Padahal, daya saing dan mutu SDM sangat berpengaruh dalam persaingan nasional dan global," ungkap Edy.
Hadir dalam acara ini, Bupati Blora, Arif Rohman dan Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Gemah Asri KUA Gedebage, Dirjen Bimas Islam Ajak Berubah Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Bandung, Bimas Islam == Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong percepatan transformasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik…



