Dalam kesempatan itu, Kamaruddin mendorong peran aktif penghulu untuk memaksimalkan potensi wakaf melalui gerakan wakaf uang bagi catin. Selain itu, ia mendukung dan mengapresiasi program-program APRI dalam penanganan stuntingbagi para catin. “Kami ingin membuat sebuah platform khusus di KUA, penghulu berwakaf bersama dengan calon pengantin,” ujar Kamarudin dalam audiensi yang digelar di Jakarta, Kamis (8/8/2024).
Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) itu juga mengungkapkan, catin memiliki potensi besar dalam penghimpunan wakaf uang. Ia berharap, wakaf dapat menjadi gaya hidup masyarakat Muslim di Indonesia. Ia juga ingin penghulu di KUA menjadi duta wakaf untuk mengintensifkan gerakan tersebut, dan membantu kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan, serta mendukung pembangunan KUA di wilayah sekitar.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat APRI, Madari menyampaikan, pihaknya memiliki sejumlah program sebagai wujud komitmen penghulu dalam mendukung program prioritas pemerintah, sekaligus merespons dinamika sosial di tengah masyarakat. Program-program yang digulirkan di antaranya adalah intervensi penghulu terhadap penurunan angka stunting, pencegahan judi online, dan penguatan program wakaf uang bagi penghulu dan catin.
“APRI akan menggandeng BKKBN dalam upaya pencegahan stuntingmelalui penguatan bimbingan perkawinan yang didahului pemeriksaan kesehatan pra nikah, optimalisasi aplikasi Elsimil (Sistem Elektronik Siap Nikah, Siap Hamil), hingga pembelajaran melalui platform digital yang berkelanjutan," paparnya.
Ia melanjutkan, rencananya, pada 29 Agustus 2024 akan dilakukan penandatanganan MoU antara APRI dan BKKBN bersamaan dengan bimbingan perkawinan serentak yang akan digelar di KUA seluruh Indonesia.
Madari juga mengungkapkan, APRI juga meluncurkan tiga buku hasil karya Komunitas Penulis APRI bertema gerakan wakaf catin, serta penanganan stunting dan judi online.
Fn/Mr



