Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama dan Gerakan Wakaf Indonesia (GWI) akan menggelar Festival Wakaf Indonesia pada 18 hingga 20 Oktober 2024 mendatang di Jakarta. Festival ini dihelat untuk memperkuat ekosistem wakaf di Indonesia.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono menjelaskan, terdapat sejumlah kegiatan dalam Festival Wakaf Indonesia, yaitu Focus Group Discussion (FGD), Business Matching, Kolaborasi dan Kreativitas Wakaf, Sertifikasi Kompetensi Nazir Wakaf, dan Wakif Gathering.
Kegiatan yang mengusung tema 'Akselerasi Ekonomi Syariah untuk Kesejahteraan Umat' itu juga akan melibatkan berbagai kalangan, yakni stakeholders penggerak wakaf di Indonesia, akademisi, lembaga keuangan (LKS PWU), lembaga pemerintah, komunitas wakaf, pelajar, dan masyarakat umum.
"Festival ini akan diisi dengan beberapa kegiatan seperti FGD, Business Matching, Kolaborasi dan Kreativitas, Sertifikasi Kompetensi Nazir Wakaf, dan Wakif Gathering," ujar Waryono kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/9/2024).
Waryono menjelaskan, FGD tersebut akan membahas berbagai strategi dan langkah konkret dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia. Festival tersebut juga menjadi ajang pertemuan dengan pelaku bisnis. Sehingga, diharapkan dapat terjadi Business Matching, terutama terkait pengembangan aset wakaf.
"Business Matching bertujuan mempertemukan pelaku bisnis dengan calon mitra distribusi, supplier, pendanaan, dan investor. Acara ini menekankan pentingnya kolaborasi dan memperkuat konektivitas di kalangan pelaku bisnis, menciptakan koneksi antara mereka yang memiliki latar belakang serupa, serta memperkuat jaringan dan meningkatkan peluang kerja sama," ungkapnya.
Waryono menambahkan, dalam festival tersebut, juga akan dilakukan sertifikasi nazir. Sertifikasi kompetensi nazir itu melibatkan akademisi dan penggiat wakaf untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Dengan sertifikasi tersebut, kompetensi nazir wakaf diharapkan akan meningkat, sehingga dapat lebih fokus pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf.
"Akan ada juga kegiatan Wakif Gathering. Kegiatan ini kita rancang sebagai forum bagi para wakif dan calon wakif untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan inspirasi tentang wakaf. Acara ini juga akan berfungsi sebagai platform untuk mempererat hubungan antara wakif dan lembaga wakaf, serta akan diisi dengan tausiah akbar oleh ustaz ternama," terang Waryono.
Kegiatan festival juga akan dilengkapi dengan rangkaian perlombaan dan pameran, serta pameran produk UMKM yang bekerja sama dengan lembaga nazir. Lomba yang digelar yaitu marawis, kisah nabi, serta kompetisi desain logo GWI dan maskot Festival Wakaf Indonesia.
Festival tersebut, lanjut Waryono, akan dimeriahkan dengan Fun Run dan Fun Walk dengan tujuan menggalang dana melalui crowdfunding serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang wakaf sebagai instrumen sosial dan ekonomi Islam.
Waryono menargetkan, festival tersebut dapat memecahkan rekor MURI untuk kategori 'Wakif Terbanyak yang Berwakaf Melalui Platform Digital dalam Satu Waktu'.
Terpisah, Ketua Umum GWI dan Ketua Pengarah Festival Wakaf Indonesia, Susi Soedarsono menambahkan, Festival Wakaf Indonesia 2024 direncakan akan melibatkan konten kreator dan mengundang tokoh masyarakat untuk memperluas jangkauan dan dampak acara. Diharapkan, festival tersebut dapat memajukan wakaf dan ekonomi syariah di Indonesia.
Ba/Mr



