Bekasi, Bimas Islam – Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menandatangani kerja sama untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an melalui penguatan peran majelis taklim di desa. Penandatanganan berlangsung dalam acara Kick Off Program “Satu Desa Satu Majelis Taklim” di Masjid Izzatul Islam, Bekasi, Senin (24/3/2025).
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, program ini menjadi momentum besar di bulan Ramadan dan diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar program biasa, tetapi ikhtiar mencerdaskan umat, meningkatkan literasi Al-Qur’an, serta memperkuat peran majelis taklim sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan pentingnya peran perempuan dalam majelis taklim yang mencapai lebih dari 70 persen. “Mereka adalah penggerak utama dalam membangun generasi yang berakhlak dan berilmu,” ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Desa dan PDTT Yandri Susanto mengatakan, kerja sama ini akan berfokus pada pemberdayaan majelis taklim di desa agar masyarakat lebih berdaya dan tidak lagi buta aksara Al-Qur’an.
“Kick off ini bertujuan membangun majelis taklim, TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an), dan juga lembaga keagamaan lainnya agar kehidupan masyarakat desa lebih maju, beradab, dan bermanfaat bagi dunia serta akhirat,” katanya.
Fn/Mr



