Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) bersama Masjid Istiqlal terus mengintensifkan koordinasi menjelang pelaksanaan Salat Iduladha 1446 Hijriah yang akan berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/6/2025). Persiapan ini mencakup aspek layanan jemaah, keamanan, pengaturan protokoler, hingga teknis pelaksanaan ibadah.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan sejumlah arahan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar. “Pesan Pak Menteri, kita harus memaksimalkan layanan terbaik bagi jemaah. Semua pihak diminta memberi perhatian penuh agar pelaksanaan Salat Iduladha berjalan tertib, khidmat, dan penuh keberkahan,” ungkap Abu Rokhmad dalam rapat persiapan Iduladha 1446 H yang digelar di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (5/6).
Ia menambahkan, Kemenag juga telah memberi arahan agar pimpinan eselon I dan II turut hadir serta aktif menerima para tamu undangan, termasuk mendampingi para ulama. “Kami harap sudah mulai ada koordinasi internal agar tugas ini berjalan baik,” ujarnya.
Abu juga meminta tim protokol dari Kemenag untuk berkoordinasi dengan para pejabat yang ditugaskan menyambut dan mendampingi tamu-tamu penting. “Khususnya para duta besar, mohon dijemput dan diarahkan ke tempat duduk atau sajadah yang telah disiapkan,” tambahnya.
Salat Iduladha tahun ini akan diimami oleh Imam Masjid Istiqlal KH. Muzzakir Abdurrahman dan khatib oleh Rektor UIN Raden Intan Lampung Wan Zamaluddin. Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menambahkan, sebanyak 296 undangan telah disebar, termasuk kepada para duta besar negara sahabat, pejabat eselon I, Ketua Komisi VIII DPR RI, menteri, serta pimpinan lembaga tinggi negara lainnya.
Barisan Shaf Diatur Lebih Tertib
Kepala Bidang Peribadatan, Badan Pengelola Masjid Istiqlal, KH. Abu Hurairah, mengungkapkan tantangan pengaturan shaf salat, terutama setelah Salat Subuh. Ia menyampaikan bahwa banyak jemaah biasanya bergerak ke depan setelah Salat Subuh, sehingga berpotensi mengurangi keteraturan pelaksanaan ibadah. “Tahun ini, shaf Salat Subuh tidak akan bergerak lagi. Kami akan atur agar posisi jemaah tetap, tidak ada lagi yang ke depan. Kami mohon kerja sama Paspampres untuk mendukung pengaturan ini,” tegas KH. Abu Hurairah.
Undangan juga akan dibagi ke dalam tiga kategori: A, AA, dan AAA. Undangan utama termasuk Presiden dan jajaran, akan ditempatkan di bagian khusus. Di sisi kanan akan ditempatkan pimpinan lembaga tinggi negara, Imam Besar, duta besar, dan tim takbir Iduladha.
Personel Keamanan Dikerahkan
Dari sisi pengamanan, Pangdam Jaya akan menurunkan sekitar 2.000 personel, sementara Polda Metro Jaya menyiapkan sekitar 250 personel inti, ditambah 500 personel gabungan dari Polda dan Polres.
Kapolsek Sawah Besar juga memastikan pengamanan di seluruh pintu masuk Masjid Istiqlal. Selain itu, Satgas Paspampres menurunkan 155 personel. Tim protokol Presiden dan Wakil Presiden juga dilibatkan dalam koordinasi pengamanan dan penyambutan.
Menutup arahannya, Abu Rohkmad menyampaikan harapan agar seluruh proses dapat berjalan lancar. “Insya Allah, dengan persiapan yang matang, pelaksanaan Salat Iduladha tahun ini akan lebih baik, tertib, dan membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.
Msk-Mr



