Yogyakarta, Bimas Islam – Kementerian Agama melalui Sub Direktorat Bina Keluarga Sakinah telah menggulirkan enam program unggulan untuk mewujudkan ketahanan keluarga di Indonesia, yakni Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Bimwin Catin), Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN), Bimbingan Relasi Harmonis, Bimbingan Jejaring Lokal, Bimbingan Belajar Rahasia Nikah (Berkah), dan Layanan Konsultasi di KUA.
Agar keberlangsungan program berjalan optimal, Kementerian Agama menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satu di antaranya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, kerja sama sangat diperlukan, karena membangun ketahanan keluarga bukanlah hal yang mudah.
“(Membangun keluarga maslahat) bukan perkara mudah, selain membutuhkan keterlibatan banyak pihak, lebih dari itu juga berkaitan dengan sikap dan mental," ujar Menag dalam kegiatan Pelibatan Masyarakat dalam Program Ketahanan Keluarga, Jumat (9/6/2023) di Yogyakarta.
Terkait itu, PBNU melalui kegiatan ini akan membantu Kementerian Agama, dengan membentuk Satuan Tugas Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) wilayah. Mereka bertugas mengawal keberlangsungan program-program ketahanan keluarga di daerah-daerah.
Wakasatgasnas GKMNU, Alissa Wahid mengatakan, pihaknya akan bermitra dengan Kementerian Agama dalam menjalankan program yang berkaitan dengan ketahanan keluarga, seperti misalnya Bimbingan Remaja dengan konsep Remaja Keren Qur'ani. "Satgas wilayah bertugas mengomunikasikan kepada PBNU, nanti PBNU yang akan menghubungi sekolah-sekolah," ucap Alissa.
Ba/Mr



