Jakarta, Bimas Islam -- Koordinator Fungsi Kepustakaan Islam, Kementerian Agama (Kemenag), Abdullah Alkholis mengatakan, KUA Revitalisasi perlu menyiapkan layanan kepustakaan bagi masyarakat. Ia berharap, KUA dapat bekerja sama dengan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) untuk membentuk perpustakaan yang akan dikembangkan di masjid-masjid.
Hal itu ia sampaikan saat ditemui usai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah bagi Kepala KUA Revitalisasi Wilayah se-Kalimantan, Bali, NTB dan NTT, Jumat (5/5/2023) di Jakarta.
“Kemenag, dalam hal ini Koordinator Fungsi Kepustakaan Islam, memiliki layanan pustaka. Oleh karena itu, dalam pembentukan perpustakaan di masjid, KUA dapat bekerja sama dengan BKM. KUA harus siap untuk itu, karena KUA bersentuhan dengan masyarakat," jelasnya.
Dikatakan Alkholis, dalam aplikasi Eletronik Literasi Perpustakaan Keagamaan Islam (ELIPSKI), sudah tersedia banyak buku dan naskah keagamaan Islam yang bisa diakses masyarakat.
Alkholis meminta pegawai KUA untuk aktif mengakses aplikasi tersebut dan menyosialisasikan pada masyarakat. Menurutnya, kemudahan akses dalam aplikasi ELIPSKI dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Alkholis mengatakan, aplikasi ELIPKSI merupakan bentuk dukungan pada program Masjid Pelopor Moderasi Beragama melalui naskah dan buku.
"Peradaban Islam dimulai dari masjid. Untuk itu, masjid perlu difasilitasi dengan buku dan naskah keagamaan," pungkasnya.
Ba/Mr



