Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor mendorong lembaga pengelola zakat lebih optimal dalam menyerap dan menyalurkan dana zakat untuk membantu masyarakat Indonesia yang terdampak pandemi. Mengingat saat ini jumlah penduduk miskin Indonesia mengalami penambahan signifikan akibat pandemi.
“Menurut data Pusat Statistik 15 Juli 2020, sejak pandemi Covid-19, jumlah penduduk miskin Indonesia mengalami penambahan dari 24 juta menjadi 26,4 juta. Bertambahnya penduduk miskin tak lepas dari angka pengangguran korban PHK yang mencapai 10 juta,” katanya saat ditemui di Kantor Kemenag Jalan MH. Thamrin No. 6, Jakarta Pusat, Kamis (25/03).
Direktur mengatakan, lembaga zakat harus menjadi penggerak dalam membantu sesama. Seluruh Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) bisa memaksimalkan perannya menghimpun dan menyalurkan zakat kepada mereka yang berhak.
"Karena, potensi zakat di Indonesia ini cukup besar. Ini bisa dimaksimalkan membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Tarmizi Tohor mengatakan sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Agama Nomor 8 Tahun 2020 tentang Optimalisasi Zakat, banyak lembaga zakat yang berpartisipasi dalam membantu penyintas Covid-19.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



