Jakarta, Bimas Islam -- Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mendorong Penghulu aktif menulis jurnal. Demikian disampaikan Dirjen dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Penghulu di Jakarta, Kamis (1/9/22).
"Misalnya, salah satu syarat Penghulu Ahli Utama harus menulis jurnal. Sebagai fasilitator, Subdit Bina Kepenghuluan perlu menginisiasi jurnal kepenghuluan yang terakreditasi," ungkap Dirjen.
Saat ini, sambung Dirjen, Ditjen Bimas Islam telah memiliki Jurnal yang terakreditasi Sinta 2. "Di Jurnal Kepenghuluan itulah nanti para Penghulu mempublikasikan tulisannya," tambahnya.
Dirjen menyebut, para Penghulu memiliki pengalaman otentik dalam bidang pernikahan dan keluarga. Pengalaman tersebut, sambung Guru Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar ini, tidak dimiliki selain Penghulu.
"Penghulu paling mengetahui dunia kepenghuluan dan keluarga. Penghulu paling paham, mengetahui, dan berpengalaman otentik terkait nikah dan keluarga. Hal itu bisa dikapitalisasi melalui tulisan," terangnya.
Melalui tulisan, sambung Dirjen, Penghulu bisa terus meningkatkan kapasitasnya. Apalagi, pungkasnya, tulisan bisa dibaca lintas generasi.
"Pengalaman otentik dan genuine yang dimiliki Penghulu bisa dituliskan sehingga bermanfaat bagi banyak orang," pungkas Dirjen dalam kegiatan yang dihadiri Kasubdit Bina Kepenghuluan, Anwar Sa'adi.
(Pirman)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



