Semarang, Bimas Islam -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) menekankan pentingnya keselarasan kerja Penyuluh Agama Islam dalam menyukseskan Program Prioritas (Protas) Kementerian Agama (Kemenag). Hal itu disampaikan Direktur Bimas Islam, Abu Rokhmad, dalam kegiatan Pembinaan Evaluasi Kinerja dan Serap Aspirasi Penyuluh Agama se-Jawa Tengah di Kota Semarang, Kamis (17/4/2025).
“Penyuluh bertanggung jawab mentransformasikan nilai, sikap, dan perilaku masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Caranya beragam, mulai dari penyebarluasan informasi, edukasi, komunikasi, motivasi, hingga advokasi secara lisan maupun tulisan,” jelasnya.
Abu menyebut, dari delapan protas Kemenag, setidaknya lima di antaranya berkaitan langsung dengan tugas Direktorat Jenderal Bimas Islam. Program-program tersebut meliputi layanan keagamaan, penguatan ekoteologi, pendidikan karakter, hingga pengembangan nilai kemanusiaan berbasis ajaran agama.
“Delapan prioritas Pak Menteri itu, paling tidak lima bersentuhan langsung dengan Bimas Islam. Bahkan dalam pelaksanaan ibadah haji, Bimas Islam turut berkontribusi besar, termasuk dalam manajemen keberangkatan dan pembinaan jemaah,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para penyuluh untuk memperkuat komitmen profesionalnya dengan kembali menyadari fitrah panggilan moral yang diemban. Menurutnya, penyuluh harus berorientasi pada dampak dan penguatan kapasitas masyarakat, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif.
“Profesi penyuluh tidak kalah mulia dari profesi akademik. Dalam banyak hal, penyuluh adalah agen perubahan yang bekerja langsung di akar rumput untuk membentuk perilaku keagamaan masyarakat,” ujarnya.
Fn/Mr



