Jakarta, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor mendukung kepada seluruh lembaga pengelola zakat untuk bertransformasi dalam pengumpulan ke arah digitalisasi. Hal tersebut selain mempermudah masyarakat berderma ke lembaga resmi, juga mengikuti perkembangan zaman yang saat ini memasuki era 4.0.
“Di era saat ini, digitalisasi zakat sangat penting, itu akan mendorong pezakat/muzaki dengan tenang, cepat dan tidak berbelit dalam membayar zakat," katanya saat ditemui di Kantor Kemenag Jalan MH. Thamrin No. 6, Jakarta Pusat, Senin (22/03).
Direktur mengatakan lembaga zakat harus menyesuaikan diri dengan era digital sehingga menjadi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang hadir dan dekat dengan umat serta masyarakat. Dengan begitu, akan menjadi tempat tujuan pertama para pembayar zakat.
“Masalah yang sering dihadapi pezakat membayar langsung zakatnya tanpa melalui lembaga zakat karena sulitnya akses. Semoga digitalisasi nanti dapat mempermudah muzaki membayarkan zakatnya ke lembaga resmi,” ujarnya.
Tarmizi berharap lembaga zakat cepat bergerak dengan memanfaatkan semua jaringan-jaringan, dan alat komunikasi untuk menyambut digitalisasi
“Lembaga zakat harus dapat memanfaatkan kanal-kanal digital untuk menggandeng para muzaki. Optimalisasi jaringan media sosial juga harus dilakukan agar menjadi upaya "jemput bola" bagi zakat,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



