Jakarta, Bimas Islam --- Fenomena matahari berada di atas Ka’bah akan terjadi lagi pada Kamis-Jumat, 15-16 Juli 2021. Fenomena itu disebut Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat.
Demikian dikatakan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama, Moh. Agus Salim melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (12/7).
“Fenomena matahari di atas Ka’bah itu biasanya terjadi dua kali dalam setahun, sebelumya sudah terjadi pada 27 dan 28 Mei 2021 yang lalu,” ungkap Agus.
Menurutnya, fenomena astronomi tersebut kerap dimanfaatkan umat Islam di seluruh dunia untuk mengetahui arah kiblatnya.
“Ketika matahari tepat di atas Ka’bah, maka setiap bayangan di tempat lain yang jauh otomatis akan mengarah ke Ka’bah, sehingga menjadi kesempatan untuk mengetahui arah Kiblat yang tepat,” ujar Agus.
Lebih jauh Agus menjelaskan, untuk memverifikasi arah kiblat, selain menggunakan kompas dan theodolite, masyarakat juga bisa menggunakan lot atau bandul dengan permukaan dasar yang datar dan rata.
(Anty)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



