Yogyakarta, Bimas Islam - - Stafsus Menteri Agama Abdul Rochman mengatakan, seni budaya adalah bahasa universal untuk membumikan dan memperkuat moderasi beragama di Indonesia. Menurut pria yang akrab disapa Gus Adung ini, seni budaya mampu menjadi media penyampaian pesan kebaikan, kerukunan, dan kedamaian yang dapat diterima oleh semua kalangan.
“Moderasi beragama merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan di tingkat lokal, nasional, maupun global,” kata Gus Adung saat membuka Festival Moderasi Berbasis Seni Keagamaan mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, Jumat (02/12).
Gus Adung berharap, pelaksanaan festival ini mampu menguatkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia. Selain itu, menjadi media untuk memperkenalkan ke masyarakat luas tentang kekayaan dan keanekaragaman budaya nusantara sebagai jati diri bangsa Indonesia.
“Seni dan budaya merupakan aspek penting dalam kehidupan sosial kultural masyarakat Indonesia. Seni dapat menghaluskan bangsa serta mampu membentuk karakter dan pribadi menjadi lembut serta kasih sayang,” ujarnya.
Sebagai informasi, Ditjen Bimas Islam bersama Bimas Hindu, Bimas Kristen, Katolik, dan Bimas Budha berpartisipasi dalam perhelatan Festival Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Seni Keagamaan Tahun 2022 dengan mendirikan stan Rumah Moderasi Beragama.
Stan Rumah Moderasi Beragama Kementerian Agama tersebut merupakan bagian dari rangkaian festival Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Seni Keagamaan Tahun 2022 yang diselenggarakan Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



