Tangerang Selatan, Bimas Islam --- Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki kaitan erat dengan rumah ibadah terutama masjid.
Hal ini disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama, Moh. Agus Salim dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Horison Grand Serpong, Tangerang Selatan, Kamis, (18/02).
"Kementerian Agama tidak bisa bekerja sendirian. Butuh peran dari seluruh elemen masyarakat untuk mengelola dan mengembangkan sarana prasarana masjid," paparnya.
Agus Salim mengatakan bantuan fasilitas sarana masjid akan lebih memprioritaskan untuk masjid di derah daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).
Untuk diketahui, beberapa sasaran program kerjasama bidang kemasjidan tahun anggaran 2021 meliputi:
1. Persertifikatan Tanah Wakaf Masjid/ Musholla
2. Penguatan Organisasi Kemasjidan
3. Peningkatan Data Kemasjidan
4. Peningkatan Sumber Daya Manusia
5. Peningkatan Ekonomi Berbasis Masjid
6. Penguatan Kepustakan Masjid
7. Penguatan Masjid Bersih, Suci, dan sehat
8. Moderasi Beragama
Acara yang membahas formulasi dan kerjasama bidang kemasjidan tersebut dihadiri oleh Biro Hukum Mahyudin, Direktur Yayasan Masjid Nusantara Pras Purwono, dan Perwakilan Direktur Bank Syariah Indonesia.
(Anty)
Editor: Sigit
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



