Cianjur, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) memberi bantuan pemulihan trauma (trauma healing) untuk anak-anak korban gempa di Cianjur, Jawa Barat. Pendampingan bantuan pemulihan trauma ini berlangsung selama lima hari, 19-23 Desember 2022.
Psikolog Sugeng Widodo mengemukakan, anak-anak merupakan golongan yang paling rentan mengalami gangguan traumatik akibat kejadian bencana. Untuk itu, ia menyampaikan, bantuan trauma healing ini sangat penting agar anak-anak kembali ceria dan bisa kembali beraktivitas.
"Pemulihan trauma ini kita berikan melalui cara bermain bersama mereka. Di antaranya bermain kuis, menggambar, dan tugas kelompok agar mereka kembali ceria," ungkap Paman Dodo, sapaan akrabnya di posko pengungsian Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Selasa (20/12/2022).
Paman Dodo berharap, pendampingan trauma healing kepada anak-anak korban gempa Cianjur terus dilanjutkan oleh para Penyuluh Agama Islam yang telah mendapatkan bimtek. Menurutnya, Penyuluh merupakan ujung tombak Kemenag yang langsung berhubungan kepada masyarakat.
"Ada enam Kecamatan dan 16 titik lokasi pendampingan trauma healing kepada anak. Yakni kecamatan Cugenang, Warungkondang, Cilaku, Gekbrong, Cianjur, dan Pacet," lanjutnya.
Selain memberi pendampingan trauma healing, Kemenag juga memberikan paket bantuan kepada anak-anak. Di antaranya susu, biskuit, buku mewarnai, permainan balok susun, dan bola plastik.
(Boy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Rakor Kemenko PMK: Wajib Halal Oktober 2026 Tetap Sesuai Jadwal
Jakarta, Bimas Islam — Implementasi Wajib Halal Oktober 2026 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal. Hal itu disepakati kementerian dan lembaga terkait…



