Depok, Bimas Islam --- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor mengatakan untuk meningkatkan laju perekonomian Indonesia, dibutuhkan program yang dapat mendukungnya.
“Maka itu melalui Rencana Strategi (Renstra) Kemenag 2020-2024 bidang Zakat dan Wakaf, kita akan menjalankan program meningkatkan kualitas kelembagaan ekonomi umat,” katanya saat mengisi kegiatan bertajuk Pengukuhan Capaian Kinerja dan Laporan Tahun 2020, Senin (15/03) di Depok.
Direktur menjelaskan program pemberdayaan ekonomi umat seperti zakat dan wakaf produktif, akan berdampak meningkatkan pendapatan masyarakat, menumbuhkan lapangan pekerjaan, dan masyarakat tidak bergantung lagi pada bantuan sosial.
“Kalau kita hanya memberikan sembako kepada penerima zakat, maka langsung habis. Maka perlu ada pemberdayaan ekonomi seperti kampung zakat yang dimiliki Kemenag,” urainya.
Direktur berharap perlu ada edukasi jenis pemberdayaan yang akan dijalankan. Setelah diberikan edukasi dan pelatihan barulah dana zakat disalurkan.
“Ini agar penyaluran dana zakat menjadi efektif dan efisien, karena diberikan saat mental produktif sudah terbentuk dalam diri para mustahik,” pungkasnya.
(Tommy)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Penjelasan Kemenag tentang Program Wakaf Saham Masjid Istiqlal
Jakarta, Bimas Islam --- Penyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar terkait Masjid Istiqlal, Wakaf Tunai, dan Bursa Efek Indonesia mendapat perhatian yang luas…



