Bogor, Bimas Islam -- Kementerian Agama menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Platform Digital bertajuk 'Elipski sebagai Perpustakaan Islam Rujukan' di Bogor, Minggu-Selasa (20-22/8/2023).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi operator sebagai upaya menjadikan Elipski (Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam) sebagai perpustakaan keislaman digital rujukan di Indonesia.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar), Adib menyampaikan, masyarakat saat ini lebih memilih media sosial dan televisi sebagai sumber informasi mereka dibanding membaca buku.
"Kegemaran orang membaca buku masih sangat sedikit jika dibandingkan kegemaran mereka membaca media sosial dan televisi. Karenanya, untuk menjawab tantangan tersebut, kita harus memperkuat platform digital, terutama yang berkaitan dengan perpustakaan," ujarnya (20/8/2023).
Terkait itu, Adib mengungkapkan, Kemenag telah menggagas Elipski sebagai platform perpustakaan keislaman digital yang mudah diakses masyarakat.
"Direktorat Urais dan Binsyar telah menginisiasi lahirnya Elipski sebagai platform digital kepustakaan Islam, di dalamnya terdapat koleksi naskah digital yang mudah diakses masyarakat," tuturnya.
Adib mencontohkan, upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat Elipski sebagai perpustakaan keislaman rujukan di antaranya adalah dengan menjalin kerja sama dengan perguruan-perguruan tinggi. Selain itu, buku-buku buah tangan para ulama di daerah-daerah juga dapat dimuat.
"Mungkin di daerah tertentu, ada karya ulama yang bisa dimuat dengan proses telaah oleh para ahli, tentu dengan tidak melanggar hak cipta," ungkapnya.
"Saya berharap, pertemuan dua hingga tiga hari ini bukan hanya menghasilkan gagasan, tapi rencana kerja yang bisa kita tindaklanjuti untuk memenuhi tantangan kita, dan Elipski menjadi perpustakaan digital rujukan di Indonesia," pungkasnya.
Diketahui, Bimtek Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Platform Digital itu diikuti seluruh operator Elipski seluruh Indonesia.
Mr/Wcp



