Jakarta, Bimas Islam -- Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam (khusus daiyah) Tingkat Pusat Angkatan II Tahun 2023. Kegiatan yang diikuti sebanyak 80 daiyah seluruh Indonesia ini secara resmi dibuka oleh Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, dan akan dihelat selama tiga hari, Senin-Rabu (29-31/5/2023).
Zayadi berharap, kegiatan ini mampu menjadi wasilah dan media silaturrahim, silatul-afkar, dan silatul-amal. Ia juga ingin, melalui Bimtek ini, para daiyah mampu memperkuat pemahaman dan praktik keagamaan moderat, di samping wawasan kebangsaan dan keindonesiaan.
"Ibu-ibu daiyah kita tunggu dalam beberapa hari ke depan, memperkuat praktik keagamaan yang moderat, dan pemahaman kebangsaan yang multietnik, multibahasa, multibudaya, dan multiagama," ungkapnya (29/5/2023).
Ke depan, imbuhnya, di samping memperkuat wawasan kebangsaan dan keberagamaan yang moderat, daiyah juga mesti meningkatkan kompetensi terkait wawasan kebudayaan.
"Kita juga perlu memperkuat visi dan wawasan kebudayaan Indonesia. Mudah-mudahan menjadi cara terbaik untuk menyatukan visi dan persepsi tentang Indonesia. Tentu kita berharap, para daiyah tidak hanya menyimak paparan narasumber, tapi (acara ini) menjadi forum untuk menjalankan learning organization," tutur Zayadi.
Sementara itu, Koordinator Fungsi Dakwah dan Hari Besar Islam, Lubenah dalam laporannya menyampaikan, mubalighah/daiyah, memiliki peran strategis untuk membina masyarakat dan memberi pemahaman keagamaan pada umat.
"Indonesia memiliki suku, ras, dan budaya yang banyak sekali. Sehingga, dibutuhkan tokoh yang dapat menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dan keindonesiaan melalui bahasa agama," ujarnya.
"Kegiatan ini bukan tiba-tiba hadir. Ini perjuangan yang luar biasa. Bimtek ini melibatkan peserta perwakilan Ormas yang direkomendasikan. Tentunya, peserta memiliki wawasan keagamaan dan pengalaman dakwah yang menjadi kekuatan tersendiri," pungkasnya.
Mr



